Welcome To Riau Info Sawit

Kepada pengunjung Blog ini jika ingin bergabung menjadi penulis, silahkan kirim alamat email serta pekerjaan anda ke : anaknegeri.andalas@gmail.com

Memuat...

Selasa, 21 Oktober 2008

Jangan Jual Kebun Sawit

Senin, 20 Oktober 2008
Kondisi Akan Membaik
Laporan Rina Dianti Hasan, Bangkinang rinadianti-hasan@riaupos.co.idAlamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
ANJLOKNYA harga sawit membuat para petani kesulitan. Dalam menghadapi situasi rumit seperti itu, Bupati Kampar Drs H Burhanudin Husin MM meminta para petani sawit untuk tetap sabar dan arif menerima keadaan.

‘’Percayalah kondisi ini akan berubah secara perlahan. Untuk itu saya minta seluruh petani sawit di Kabupaten Kampar tidak melakukan tindakan keliru penuh kekecewaan dengan melakukan penjualan lahan dan kebun sawit. Kondisi ini tidak akan berlangsung lama,’’ ujar Bupati dihadapan para camat, Kacab Disdikpora dan KUA se-Kabupaten Kampar, Sabtu (18/10) dalam pertemuan yang digelar di aula Kantor Bupati Kampar di Bangkinang.

Menurutnya, bila lahan kebun sawit dijual, justru akan memperparah keaadaan. Artinya, bila lahan sawit yang dijual, maka petani sawit akan jatuh miskin, karena dampak krisis global ini akan masih tetap dirasakan pada 2-3 bulan mendatang.

Bupati juga meminta seluruh camat dan kepala desa di Kabupaten Kampar agar menyampaikan hal ini kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing serta terus berupaya mencegah agar petani sawit tidak memperjualbelikan lahan sawit. Masyarakat juga diminta percaya bahwa menghadapi krisis global yang bermula dari krisis keuangan di Amerika, sesungguhnya pemerintah telah mengambil langkah-langkah kongkret. Salah satunya meningkatkan penjaminan suku bunga pada bank.

Kongkretnya, bila saat ini ada simpanan nasabah di bank sebesar Rp200 juta sampai Rp300 juta, maka pemerintah menjamin dana simpanan tersebut. Sejak terjadi krisis moneter tahun 1997-1998 yang merupakan krisis multidimensi dan perekonomian semakin terpuruk serta datangnya badai krisis global, merupakan bukti bahwa ternyata negara yang besar dan kaya potensi sumber daya alam ini tidak mempunyai ketahanan ekonomi.

‘’Ketahanan ekonomi tersebut tidak hanya beban pemerintah, tetapi merupakan beban dan tanggungjawab seluruh bagian dari bangsa yang besar ini,’’ ujarnya.(rnl)

Tidak ada komentar: