Welcome To Riau Info Sawit

Kepada pengunjung Blog ini jika ingin bergabung menjadi penulis, silahkan kirim alamat email serta pekerjaan anda ke : anaknegeri.andalas@gmail.com

Memuat...

Jumat, 24 Oktober 2008

BI Dorong Penyaluran KUR, KKPE dan Kredit Revitalisasi Perkebunan

um’at, 24 Oktober 2008 17:45

Agar dapat membantu masyarakat kecil, Bank Indonesia melakukan koordinasi dengan perbankan yang fokus pada UMKM untuk menyalurkan 3 kredit program pemerintah. Yaitu KUR, KKPE dan Kredit Revitalisasi Perkebunan.

Riauterkini-PEKANBARU-Pemimpin Kantor Bank Indonesia Pekanbaru, Gatot Sugiono kepada Riauterkini Jum'at (24/10) mengatakan bahwa Bank Indonesia sangat komit untuk pengembangan ekonomi kemasyarakatan (UMKM). Untuk itu, BI sudah melakukan koordinasi dengan perbankan guna menyalurkan kredit program. Yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) dan kredit revitalisasi perkebunan.

Untuk kredit program seperti KUR misalnya. Kredit ini menggunakan sistem penjaminan dari pemerintah oleh lembaga penjaminan. Yaitu Askrindo dan Jamkrindo.

"Data Bank Indonesia menyebutkan bahwa untuk dana KUR sudah disalurkan kepada 8.185 debitur dengan jumlah besaran dana KUR yang telah disalurkan mencapai Rp 322,8 milyar. Penyaluran dana KUR dilaksanakan oleh 6 bank. Yaitu BRI, Mandiri, BTN, BINI, Bukoppin dan BSM," terang Gatot.

Di sisi lain, penyaluran Kredit ketahanan pangan dan energi (KKPE/subsidi bunga) yang dikucurkan untuk banyak komoditas seperti padi palawija dan lain-lain jingga kini masih 0% penyalurannya.

Menurutnya, pada skala nasional, tahin 2008 ini total dana untuk kredit KKPE adalah sebesar Rp 80 triliun. Khusus Riau, dialokasikan sebesar Rp 121,7 miliyar. Dana sebesar itu digunakan untuk pengembangan berbagai komoditas.

"Untuk pengembangan tanaman pangan Rp 20,1 miliar.Ubi kayu/ jalar dan kacang dialokasikan Rp 10,11 milyar. Pengembangan komoditas cabe, bawang merah kentang dialokasikan Rp 56,11 milyar. Untuk peternakan 34,3 milyar," terangnya.

Disinggung mengenai lembaga perbankan yang menyalurkannya, Gatot menyatakan ada beberapa bank nasional dan daerah yang menyalurkan. Yaitu 10 BPD (minus bank Riau), BRI, BNI, BCA, Agro Niaga, Niaga, dan Bukoppin.

Kredit revitalisasi perkebunan (subsidi bunga kredit perkebunan hanya 10%. Sisa besaran bunga disubsidi pemerintah). Kredit revitalisasi perkebunan hanya diperuntukkan bagi 3 komoditas. Yaitu sawit, karet dan kakao.

"Kredit revitalisasi perkebunan hanya untuk petani kecil dengan jumlah kebun sebanyak 4 hektar saja. Bank yang ditunjuk untuk menyalurkan kredit revitalisasi perkebunan adalah Bank Riau, BRI, Bank Sumut, BNI, Bank Nagari dan Bukkopin," terang Gatot.

Menurut Gatot, BI akan komit menggerakkan skim kredit. Karena dirasakan masih kurang. Bahkan KKPE masih nol% dalam pengucurannya. " Kita mengharapkan respon positive dari pemerintah kabupaten/kota," katanya.***(H-we)

Tidak ada komentar: