Welcome To Riau Info Sawit

Kepada pengunjung Blog ini jika ingin bergabung menjadi penulis, silahkan kirim alamat email serta pekerjaan anda ke : anaknegeri.andalas@gmail.com

Memuat...

Kamis, 19 Februari 2009

Pelopori Petani Miliki Kebun Sendiri

Jumat, 13/02/2009 | 12:23 WIB 

KOTAJAMBI-Hingga saat ini, tingkat kesejahteraan hidup petani masih jauh dibawah standar. Padahal, ada program pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Meski begitu, sejauh ini belum bisa mengangkat harkat dan martabat petani Jambi. 

Isya karim, Ketua Yayasan Jambi Factual melalui Humas Yayasan Jambi Factual Sumardi As mengatakan, pihaknya mempunyai terobosan untuk memperbaiki nasib belasan ribu anggota kelompok tani yang tersebar di sembilan Kabupaten dan satu kota, yang telah bergabung dalam Yayasan Jambi Factual.

Untuk memperbaiki kehidupan petani itu, menurut dia, pihaknya telah menempuh berbagai upaya seperti mencari lahan untuk dijadikan areal perkebunan, dan saat ini sudah berhasil memperoleh 6.000 hektar di Desa Pemunduran, Kecamatan Sungaigelam, Kabupaten Muarojambi. “Lahan ini sudah siap digarap,”katanya. 

Ia mengatakan, program pemberdayaan petani ini mengacu pada Permenhut No 23 Menhut–11/2007, yang antara lain menyebutkan, bahwa hutan tanaman pada hutan produksi yang dibangun oleh perorangan atau koperasi untuk meningkatkan petani dan kualitas hutan produksi dengan menerapkan pola silvikultur dalam rangka menjamin kelestarian sumber daya hutan.

Bertolak dari itu, kata Sumardi, yayasan yang bergerak dibidang usaha perkebunan, perdagangan umum, pengadaan barang dan jasa serta koperasi simpan pinjam, tergerak dan mengajak para petani untuk bisa punya kebun sendiri. 

“Kita prihatin melihat kehidupan petani yang menderita akibat tingginya harga ditengah kondisi sulit, oleh sebab itu perlu diperjuangkan kesejahteraannya,”katanya lagi.

Sumardi juga menambahkan, ribuan hektar lahan yang didapat dari eks HPH tersebut, dalam waktu dekat akan ditanamani kelapa sawit dan coklat yang di koordinir secara propesional. “Kita usahakan kebun itu akan menjadi milik petani setelah akad kreditnya lunas. Saat ini, kita sudah mengantongi ijin dari instansi terkait,”pungkasnya. (Infojambi.com/HR)
http://infojambi.com/content/view/4338/103/lang,/