Welcome To Riau Info Sawit

Kepada pengunjung Blog ini jika ingin bergabung menjadi penulis, silahkan kirim alamat email serta pekerjaan anda ke : anaknegeri.andalas@gmail.com

Memuat...

Rabu, 17 Desember 2008

PT. Inhutani IV Kembangkan Batang Sawit untuk Kayu Lapis



(Gambar ini di ambil pada Ekspo/Alih Teknologi 2008 Balitbang Dephut di Balai Dang Merdu Pekanbaru Riau)
Selasa, 16 Desember 2008 15:26
Kebun kelapa sawit akan bertambah dinilai ekonomisnya setelah melewati usia produktif. Saat ini PT. Inhutani IV tengah mengembangkan batang sawit untuk kayu lapis. 

Riauterkini-PEKANBARU- Industri kayu lapis (plywood) mendapat alternatif bahan baku potensial dari batang kelapa sawit yang melewati usia produktif. Jika selama ini batang-batang sawit yang sudah berusia 25 tahun ke atas ditumbang begitu saja kemudian diremajakan, maka ke depan akan dijadikan bahan baku kayu lapis. 

Potensi batang sawit menjadi bahan baku industri kayu lapis terungkap merupakan hasil penelitian Bagian Penilitan dan Pengembangan (Litbang) Departemen Kehutanan yang dipamerkan pada Ekspose/Alih Teknologi Badan Litbang Kehutanan 2008 yang digelar di Balai Dang Merdu Pekanbaru, Selasa (16/12). Pameran tersebut dibuka pelaksana tugas (Plt) Setdaprov Riau Herliyan Saleh mewakili Gubernur Riau M Rusli Zainal. Turut membuka Kepala Penilitian dan Pengembangan (Litbang) Kehutanan Wahjudi Hardojo. 

“Saat ini kita telah menunjuk PT. Inhutani IV untuk mengembangkan batang sawit sebagai bahan baku industri kayu lapis. Hasilnya sangat menjanjikan,” ujarnya menjawab riauterkini usai meninjau sejumlah stand yang mengikuti pameran. 

Dipaparkan Wahjudi, penggunaan batang sawit sebagai bahan baku industri kayu lapis memiliki keuntungan ganda. Pertama bisa memanfaatkan limbah menjadi komoditas bernilai ekonomis tinggi. “Pasar kayu lapis sangat besar. Tidak hanya dalam negeri, tetapi juga untuk pasar ekspor,” tukasnya. 

Keuntungan kedua, lanjut Wahjudi berupa sosuli mencegah terus berlanjutnya degradasi hutan alam. Dengan adanya bahan baku dari non hutan, otomatis penebangan kayu di hutan alam akan berkurang. 

Provinsi Riau, lanjut Wahjudi, dengan potensi perkebunan seluas 1,6 juta hektar sangat tepat jika mengembangkan industri kayu lapis berbasis bahan baku batang sawit. “Di Riau kabarnya setiap bulan ada sekitar 5.000 hektar kebun sawit yang harus diremajakan. Ada berapa juta meterkubik bahan baku kayu lapis dari batan sawit,” tegasnya. 

Penjelasan Wahjudi dikuatkan keterangan Bagian Penerangan PT. Inhutani IV Haimar saat ditemui riauterkini di stand tempatnya bekerja. Sambil menunjukkan sejumlah hasil kayu lapis dari batang sawit, Haimar memastikan batang sawit terbukti bisa dijadikan plywood dan solidwood. “Ini buktinya. Sangat bagus. Setara, bahkan lebih kuat dari kayu biasa,” pujinya sambil menunjukkan selembar kayu lapis dari batang sawit. 

Diejalaskan Haimar, untuk saat ini PT. Inhutani IV baru sebatas melakukan penelitian dan pengembangan, direncanakan pada 2009 kayu lapis batang sawit akan diproduksi untuk pasar umum.***(mad)
http://www.riauterkini.com/usaha.php?arr=22081

Tidak ada komentar: