Welcome To Riau Info Sawit

Kepada pengunjung Blog ini jika ingin bergabung menjadi penulis, silahkan kirim alamat email serta pekerjaan anda ke : anaknegeri.andalas@gmail.com

Memuat...

Sabtu, 13 Desember 2008

Pemprov NAD Tahun 2009 Lakukan Uji Coba Sistem Zonasi Pertanian

Sabtu, 13 Desember 2008 | 01:18 WIB 

Banda Aceh, Kompas - Tahun 2009, Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam berencana melakukan uji coba pembagian wilayah tanam untuk zona-zona wilayah tertentu di daerah penyangga pertanian. Keseragaman ini diharapkan bisa menjaga kualitas hasil tanam dan harga jual di tingkat petani.

Kepala Badan Ketahanan Pangan NAD Silman Haridy, ditemui di kantornya di Banda Aceh, awal pekan ini, mengatakan, rencana ini sedang dalam tahap pembahasan dengan instansi teknis terkait, seperti dinas pertanian tanaman pangan dan hortikultura, dinas perindustrian dan perdagangan, serta sekretariat daerah.

Silman mengatakan, selama ini harga di tingkat petani masih sangat rendah karena gabah mereka langsung dibeli pengepul.

”Para pengepul inilah yang selama ini menentukan harga. Meski dalam kondisi bagus, para petani ditekan untuk menjual hasil produksinya dengan harga rendah,” kata Silman.

Tak diuntungkan

Silman menjelaskan, para petani sama sekali tidak diuntungkan dengan banyaknya varietas tanaman padi yang ditanam di lahan sawah mereka. Beragamnya jenis varietas padi yang ada di dalam satu wilayah sama sekali tidak menjamin tingginya harga di tingkat petani.

”Kalau varietasnya sama, pengelolanya sama, yaitu para petani, mereka yang akan menentukan harga di tingkat produsen. Bukan para pengepul,” katanya.

Rencananya, kata Silman, penyeragaman ini akan dilakukan pada tingkat kemukiman. Tiap kemukiman akan ditentukan varietas unggulan yang akan ditanam di wilayah tersebut.

”Hasilnya akan dikelola oleh semacam koperasi pertanian bentukan kelompok tani. Mereka yang akan menentukan harga jual kepada pengepul. Tentunya harga akan berada di atas harga pembelian petani yang sudah ditentukan oleh pemerintah,” katanya.

Silman mengatakan, selain mengurangi kemungkinan terjangkitnya hama penyakit karena waktu tanam yang bersamaan, adanya penyeragaman varietas dalam satu musim juga akan meningkatkan produksi satu jenis varietas unggul di satu wilayah tertentu.

”Begitu juga dengan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Semua bisa terpantau. Termasuk kebutuhan penggunaan pupuk di satu wilayah dalam satu kali masa tanam,” katanya.

Beberapa ahli ekonomi menyatakan pemerintah Aceh dan warganya harus berinisiatif membangun industri pertanian yang kreatif agar memberi nilai tambah bagi keluarga-keluarga mereka. (MHD)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/12/13/0118237/pemprov.nad.tahun.2009.lakukan.uji.coba.sistem.zonasi.pertanian

Tidak ada komentar: