Welcome To Riau Info Sawit

Kepada pengunjung Blog ini jika ingin bergabung menjadi penulis, silahkan kirim alamat email serta pekerjaan anda ke : anaknegeri.andalas@gmail.com

Memuat...

Kamis, 28 April 2011

Datangi BPN Riau, 4 Ormas Tolak HGU PT TPP di Inhu

Kamis, 28 April 2011 11:55

Puluhan aktivis empat Ormas menggeruduk Kantor BPN Wilayah Riau. Mereka menolak rencana perpanjangan HGU PT TPP di Indragiri Hulu.

Riauterkini-PEKANBARU- kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Wilayah Riau di Jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru yang biasanya sepi mendadak ramai, Kamis (28/4/11). Kehadiran puluhan aktivis empat organisasi massa (Ormas) menjadikan suasana hiruk pikuk. Mereka merupakan pendemo yang datang untuk menolak rencana perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) PT Tugal Perkasa Plantation (TPP) di Indragiri Hulu (Inhu).

Empat Ormas tergabung dalam Pusat Perlawanan Rakyat Inhu (PERAHU) yang menggeruduk kantor BPN Wilayah Riau tersebug adalah Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Inhu (IPPM-Inhu), Serikat Tani Inhu (STI), DPW Mahasiswa Limbung Informasi Rakyat (LIRA) Riau dan Ikatan Mahasiswa Rantau (HIMAMARU) Riau.

Para pendemo menolak rencan perpanjangan HGU PT TPP seluas 10.244,40 hektar berdasarkan Izin memanfaatkan Tanah (IMT) Bupati Inhu No.91/640/IMT/1999 di Desa Redang Seko dan pecadangan seluas 500 hektar di Desa Banjar dalam. Padahal dalam IMT tersebut, dipersyaratkan pembukaan kebun kelapa sawit harus melibatkan masyarakat sekitar dengan pola KKPA.

sementara, sampai saat ini program KKPA belum juga direalisasikan PT TPP. selain itu, juga ada masalah sengketa tanah antara PT TPP dengan masyarakat Desa Jati Rejo dan desa Sungai Air Putih seluas 200 hektar.

Atas fakta-fakta di atas, para pengunjuk rasa menyatakan sikap sebagai berikut: Pertama, menolak perpanjangan HGU PT TPP No.08/04/1981 seluas 10.244,40 hektar. Kedua, segera dilakukan pengembalian lahan masyarakat Inhu umumnya dan masyarakat Jati Rejo khususnya dan ketiga, mendesak transparansi kinerja Panitia B yang dibentuk BPN wilayah Riau dalam menangani kasus tersebut.

sempat terjadi ketegangan saat Kepala BPN Kawil Riau Rizal Yahya saat menemui pengunjuk rasa. Hal itu disebabkan Rizal mengatakan kalau Panitia B sudah bekerja sesuai ketentuan. Ketegangan akhirnya mencair, setelah Rizal bersedia menerima 8 perwakilan pengunjuk rasa untuk berunding.

Sampai berita ini diturunkan perundingan masih berlanjut dan belum ada kata sepakat. Namun BPN Wilayah Riau menyatakan siap turun kembali ke lokasi untuk memastikan keberadaan lahan milik warga yang diklaim dikuasi perusahaan.***(mad/put)


Tidak ada komentar: