Welcome To Riau Info Sawit

Kepada pengunjung Blog ini jika ingin bergabung menjadi penulis, silahkan kirim alamat email serta pekerjaan anda ke : anaknegeri.andalas@gmail.com

Memuat...

Rabu, 25 Juni 2008

Kuota Pupuk Subsidi Riau Tahun 2008 Berkurang

Rabu, 25 Juni 2008 17:15
Pusat Gelontorkan Subsidi Pupuk Rp 14,7 Triliun
Kuota Pupuk Subsidi Riau Tahun 2008 Berkurang

Kendati pemerintah pusat menggelontorkan subsidi pupuk hingga mencapai Rp 14,7 triliun, namun kuota Riau justru turun. Dari 85 ribu ton menjadi 54 ribu ton saja.

Riauterkini-PEKANBARU-Pusat tahun ini menggelontorkan subsidi pupuk sebanyak Rp 14,7 triliun. Namun, kendati jumlah subsidi pupuk cukup besar, mayoritas alokasi pupuk masih didominasi pulau Jawa. Pasalnya, Jawa sentra merupakan sentra pertanian khususnya padi. Menanggapi halitu, Kadisperindag Riau, T Razmara kepada Riauterkini rabu (25/6) mengakui bahwa kuota pupuk bersubsidi Riau justru berkurang dibandingkan tahun 2007 lalu.

"Kuota subsidi pupuk untuk Riau menurun dibandingkan dengan kuota tahun 2007. Tahun lalu kuota pupuk bersubsidi mencapai 85 ribu ton. Tahun ini menurun menjadi 54 ribu ton atau menurun sebanyak 30-an ribu ton. Penurunan kuota disebabkan karena jumlah kuota tersebut tidak terserap secara keseluruhan pada sektor pertanian Riau. Jadi sisa kuota pupuk bersubsidi 'terpaksa' dikembalikan ke pusat," katanya.

Katanya, ada 4 jenis pupuk yang dipasok untuk Riau. Yaitu Urea (PT Pusri), NPK, ZA dan SP 36 dipasok oleh Petrokimia Gresik. Menurutnya untuk jenis urea beberapa waktu lalu memang sempat dialihkan ke Jawa karena ada permasalahan tehnis. Namun kendati banyak dialokasikan ke Jawa, pasokan urea bersubsidi untuk kuota Riau tetap dicukupi oleh PT Pusri.

Disinggung mengenai kekosongan pupuk di berbagai sentra-sentra pertanian, T Razmara menyatakan bahwa justri informasi yang diperolehnya jumlah pupuk bersubsidi di Riau sudah tersedia di gudang Dumai sebanyak 7.000 ton. Jumlah tersebut katanya bisa mencukupi kebutuhan pupuk bersubsidi Riau hingga bulan Juni mendatang.

Ia mengakui bahwa dengan alokasi pupuk bersubsidi untuk sektor perkebunan yang minim dan Riau sangat rawan terjadi penyimpangan. Beberapa berita di media massa menyebutkan pihak kepolisian berhasil membuka praktek pemalsuan pupuk bersubsidi dengan modus operandi 'ganti casing'. Dari karung yang bertuliskan subsidi menjadi non subsidi.

"Kita akan memperketat pengawasan arus lalulintas pupuk bersubsidi yang didistribusikan oleh 23 agen pupuk bersubsidi yang sudah ditunjuk untuk melaksanakan proses pendistribusian pupuk bersubsidi. Karena siapa yang tidak tergiur, harga pupuk bersubsidi hanya Rp 1200 sementara yang non subsidi mencapai Rp 3.600 perKg pupuk urea," katanya.

Menurutnya, pupuk non subsidi justru saat ini hanya sedikit di pasaran. Dari kebutuhan yang mencapai 200 ribu ton, di pasar hanya tersedia 40 ribu ton saja. Sesuai dengan statement PT Pusri, hal itu disebabkan karena adanya beberapa kendala. Seperti gangguan di saluran pipa gas dan kendala di relokasi.***(H-we)

Tidak ada komentar: