Welcome To Riau Info Sawit

Kepada pengunjung Blog ini jika ingin bergabung menjadi penulis, silahkan kirim alamat email serta pekerjaan anda ke : anaknegeri.andalas@gmail.com

Memuat...

Kamis, 12 Juni 2008

Ekspor CPO Sumut Capai USD1,553 Miliar

Ekspor CPO Sumut Capai USD1,553 Miliar
Wednesday, 11 June 2008

MEDAN (SINDO) – Hingga Mei 2008, Sumatera Utara (Sumut) berhasil meraih devisa sebesar USD1,553 miliar dari ekspor CPO dan produk turunannya sebanyak 1,833 juta ton.

“Dibanding periode sama tahun lalu, volume dan nilai ekspor CPO dan produk turunannya tahun ini meningkat drastis. Pada Januari–Mei 2007, volume ekspor masih 751.180 ton senilai USD587,919 juta,” kata Kepala Seksi Ekspor Hasil Pertanian dan Pertambangan Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut Fitra Kurnia di Medan kemarin.

Berdasarkan data surat keterangan asal (SKA) yang dikeluarkan Disperindag Sumut, ekspor CPO dan produk turunannya itu mayoritas diekspor ke China, Afrika Selatan, Belanda, dan India. Menurut Fitra, lonjakan nilai ekspor komoditas itu pada Januari–Mei itu bukan hanya dipicu kenaikan volume ekspor, melainkan juga karena terjadi lonjakan harga jual.

Harga jual CPO dan produk turunannya yang naik tajam itu didorong kenaikan harga minyak bumi yang terus naik. Bendahara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Sumut Laksamana Adiyaksa mengatakan, pada triwulan kedua ini kecenderungan harga CPO meningkat. Pasalnya, stok CPO akhir tahun lalu telah menipis dan mendorong konsumen untuk melakukan transaksi jual-beli.

“Hal inilah yang menyebabkan harga CPO terus naik, selain karena harga minyak mentah dunia yang juga meningkat,” tambahnya. Menurut dia, kemarin harga jual ekspor CPO di Rotterdam menembus USD1.230 per ton dengan harga spot di Medan sebesar Rp9.731 per kg. Harga naik setelah mengalami penurunan pada triwulan pertama tahun ini.

Namun, kata Laksamana, meskipun harga CPO bagus, petani dan pengusaha perkebunan kelapa sawit di Sumut belum bisa menaikkan produksi CPO. Selain keterbatasan lahan, peningkatan produksi kelapa sawit juga membutuhkan waktu hingga tiga tahun.

Menurut Sumardi Syarif––petani kelapa sawit––, bertahan mahalnya harga jual CPO di pasar internasional, memicu harga tandan buah segar (TBS) di dalam negeri juga tetap tinggi. Di sentra produksi Labuhan Batu Sumut, harga TBS kemarin mencapai Rp1.800 per kg. (ant/ulfa andriani)

Tidak ada komentar: